Berdasarkan penelitian, anak-anak sering
menghirup udara yang mengandung naftalena lebih berisiko terkena
chromosomal aberrations (CA), yang baru-baru ini disebut sebagai salah
satu penyebab kanker.
Naftalena bisa ditemukan di mana saja, baik di dalam maupun luar ruangan. Anda bisa menemukannya di knalpot kendaraan, asap tembakau, dan terutama sering digunakan sebagai bahan pengharum lemari.
Ditetapkan sebagai karsinogen oleh International Agency for Cancer Research, naftalena juga diklasifikasikan sebagai polutan yang disebut polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). PAH sendiri telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas pada anak, rendahnya tingkat IQ, dan CA. Penelitian terbaru ini menunjukkan adanya bukti keterkaitan naftalena dalam kapur barus dengan CA.
CA telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker pada orang dewasa. Ini bisa menyebabkan translokasi, dimana salah satu kromosom bertukar dengan kromosom lain dan bisa mengakibatkan perubahan genetik.
"Translokasi dapat bertahan selama bertahun-tahun setelah terkena kerusakan. Beberapa bisa diperbaiki, namun kualitas perbaikan tidak sama untuk semua orang. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kerusakan kromosom bisa meningkatkan risiko kanker pada orang dewasa hingga dua kali lipat, meskipun dampaknya pada anak-anak masih belum diketahui," kata peneliti, Manuela Orjuela, seperti dilansir oleh Times of India.
Naftalena bisa ditemukan di mana saja, baik di dalam maupun luar ruangan. Anda bisa menemukannya di knalpot kendaraan, asap tembakau, dan terutama sering digunakan sebagai bahan pengharum lemari.
Ditetapkan sebagai karsinogen oleh International Agency for Cancer Research, naftalena juga diklasifikasikan sebagai polutan yang disebut polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). PAH sendiri telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas pada anak, rendahnya tingkat IQ, dan CA. Penelitian terbaru ini menunjukkan adanya bukti keterkaitan naftalena dalam kapur barus dengan CA.
CA telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker pada orang dewasa. Ini bisa menyebabkan translokasi, dimana salah satu kromosom bertukar dengan kromosom lain dan bisa mengakibatkan perubahan genetik.
"Translokasi dapat bertahan selama bertahun-tahun setelah terkena kerusakan. Beberapa bisa diperbaiki, namun kualitas perbaikan tidak sama untuk semua orang. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kerusakan kromosom bisa meningkatkan risiko kanker pada orang dewasa hingga dua kali lipat, meskipun dampaknya pada anak-anak masih belum diketahui," kata peneliti, Manuela Orjuela, seperti dilansir oleh Times of India.
0 komentar:
Posting Komentar